Sejarah Ringkas Theologia Abad XX
DOI:
https://doi.org/10.62494/jtt.v3i2.84Abstract
Dr. L. Oranje adalah penulis dari buku sejarah ringkas theologi abad XX saat itu merupakan dosen Filsafat dan Theologi Sistematika di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta/STFT Jakarta. Tujuan buku ini ditulis untuk menolong mahasiswa teologi untuk mendapatkan gambaran dari pergumulan iman Kristen yang sangat kompleks di abad XX. Buku ini juga menyoroti proses transisi abad ke XIX dan XX yang ditandai dengan perubahan kondisi dunia yang cepat berubah. Di abad ke XIX ditandai dengan perkembangan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga masyarakat menaruh harapan akan sebuah kemajuan dan kesejahteraan yang dirasakan oleh masyarakat di masa mendatang, namun kenyataanya harapan tersebut mulai memudar, ketika melutusnya perang dunia I dan II masyarakat mulai mempertanyakan apa yang menjadi harapan-harapan di masa lalu, kehadiran ilmu pengetahuan dan teknologi canggih berupa persenjataan militer yang mendukung perang justru menjadi mesin pembunuh bagi sesama manusia. Ternyata kemajuan zaman tidak selalu mendatangkan kebaikan bagi manusia. Selain daripada itu, masalah lainnya juga muncul diantaranya: pertama, pada masa abad XX, negara-negara Asia dan Afrika yang dijajah oleh Barat kemudian dengan berani melakukan perlawanan kepada pihak penjajah sehingga berhasil mendeklarasikan kemerdekaan di negaranya. kedua, lalu Hitler bersama dengan partai nazi berusaha untuk menundukan gereja dibawah kendalinya sekaligus menyebarkan ideologi anti-Yahudi. Ketiga, intervensi Amerika Serikat yang mendukung rezim yang jahat di negara-negara Amerika Latin yang melakukan ketidakadilan sosial bagi rakyat kecil dan masalah lainnya. Dari permasalahan tersebut, banyak teolog-teolog yang berupaya berteologi untuk meresponi masalah-masalah yang terjadi pada abad ke XX. Upaya dari berteologi tersebut mengasilkan pemikiran demikian: (1) Gereja yang dianggap sebagai alat penjajah asing, kemudian gereja merumuskan teologi baru, yaitu semangat iman kristen dan nasionalisme. Dengan demikian orang kristen yang ikut memperjuangkan kemerdekaan di negaranya. (2) gereja hanya tunduk kepada Yesus sebagai kepala Gereja, dan gereja menolak ideologi anti-Yahud (3) munculnya theologi pembebasan sebagai respons penindasan, dan ketidakadilan sosial ekonomi di Amerika Latin akibat intervensi Amerika Serikat sehingga menuntut perubahan sosial melalui cara radikal dengan tujuan yang baik terciptanya kondisi masyarakat yang adil dari itu perintah injil. Rupanya masalah di yang terjadi abad XX bukan hanya masalah sosial politik terjadi juga menyerang kewibawaan Alkitab pada masa-masa itu banyak theolog liberal yang mengurangi makna dari Alkitab akibat pengaruh dari proses rasionalisasi abad 18 dari pemikiran manusia abad pencerahan. Darisanalah, hadirnya produk teologi kristen yang ateisme dan kematian Allah. Teologi liberal menurut Wolfhart Pannenberg sangat merusak iman Kristen.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Arthur Aritonang (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
You are free to:
- Share — copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt — remix, transform, and build upon the material
- The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.
Under the following terms:
- Attribution - You must give appropriate credit , provide a link to the license, and indicate if changes were made . You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- NonCommercial - You may not use the material for commercial purposes .
- ShareAlike - If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
- No additional restrictions - You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.





