Patriarki yang Bertemu di Persimpangan

Relasi antara Budaya Lokal dan Agama dalam Membentuk Kuasa atas Perempuan

Authors

  • Marthinus Nuniary Institut Agama Kristen Negeri Ambon (IAKN Ambon) Author
  • Mellisya Simon Author
  • Ishak Dipong Author
  • Vira Sarimolle Author

DOI:

https://doi.org/10.62494/jtt.v3i1.56

Keywords:

Patriarki, Budaya Lokal, Agama, Kuasa atas Perempuan, Relasi Sosial

Abstract

Artikel ini mengkaji bagaimana patriarki terbentuk dan dipertahankan melalui persinggungan budaya dan agama lokal, yang secara bersamaan menciptakan dan memperkuat kekuasaan atas perempuan. Permasalahan penelitian dirumuskan sebagai berikut: bagaimana kolaborasi nilai-nilai budaya dan legitimasi agama memperkuat struktur patriarki, dan bagaimana hal ini berdampak pada pembatasan kebebasan bergerak dan hak-hak perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka untuk mengkaji konstruksi patriarki dalam konteks budaya dan agama lokal. Hasilnya menunjukkan bahwa patriarki tidak hadir sebagai sebuah konstruk tunggal, melainkan sebagai jaringan kekuasaan yang diperkuat oleh praktik-praktik budaya dan interpretasi agama yang tidak kritis. Kedua sistem ini saling mendukung, sehingga mengakibatkan ketidaksetaraan gender yang berkepanjangan. Kesimpulannya, budaya dan agama perlu dibaca ulang secara kritis untuk membuka ruang bagi pembebasan. Artikel ini menawarkan wacana tentang interpretasi budaya-agama dan strategi untuk membongkar dominasi patriarki dan membangun hubungan yang adil, setara, dan membebaskan bagi perempuan.

Downloads

Published

01/15/2026

How to Cite

Nuniary, Marthinus, Mellisya Simon, Ishak Dipong, and Vira Sarimolle. “Patriarki Yang Bertemu Di Persimpangan: Relasi Antara Budaya Lokal Dan Agama Dalam Membentuk Kuasa Atas Perempuan”. Jurnal Teologi Trinity 3, no. 1 (January 15, 2026): 44–63. Accessed February 6, 2026. https://jurnal.stttrinity.id/index.php/stt/article/view/56.