Kesempatan Misiologis Dalam Religiositas Primal

Authors

  • Noriken Waruwu Sekolah Tinggi Teologi Trinity Parapat Author
  • Ronaldo V. Siregar Author
  • Jelita Lumbantobing Author
  • Jonidius Illu Author

DOI:

https://doi.org/10.62494/jtt.v3i2.89

Abstract

Tulisan ini mengkaji agama suku dalam perspektif teologis-antropologis melalui analisis religiositas primal di dalam Yesus Kristus. Religiositas primal mencerminkan kesadaran dasar manusia terhadap realitas ilahi melalui kepercayaan kepada kuasa supranatural, roh leluhur, ritus, dan nilai adat. Secara antropologis, hal ini menunjukkan manusia sebagai homo religiosus yang mencari makna dan relasi dengan yang transenden. Secara teologis, religiositas primal dipahami sebagai refleksi manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (imago Dei), meskipun pengenalannya terhadap Allah masih terbatas oleh dosa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiositas primal dapat dipahami sebagai manifestasi wahyu umum Allah dalam budaya dan kesadaran manusia. Namun, religiositas primal juga memiliki keterbatasan karena sering berpusat pada ketakutan terhadap kuasa supranatural dan praktik simbolik. Karena itu, Yesus Kristus menjadi kepenuhan dan koreksi atas religiositas primal melalui relasi yang didasarkan pada kasih karunia, kebenaran, dan kasih Allah.

Downloads

Published

08/07/2026

How to Cite

Waruwu, Noriken, Ronaldo V. Siregar, Jelita Lumbantobing, and Jonidius Illu. “Kesempatan Misiologis Dalam Religiositas Primal”. Jurnal Teologi Trinity 3, no. 2 (August 7, 2026): 47–60. Accessed August 9, 2026. https://jurnal.stttrinity.id/index.php/stt/article/view/89.